
Halo sahabat online kembali lagi di blog saya di post'an kali ini,saya akan membahas mengenai pendidikan
Seharusnya tema ini di bahas di awal tapi taapalah.
Selamat membaca:)
Apa sih pengertian pendidikan itu?
Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan sesorang. Pendidikan lah yang menentukan dan menuntun masa depan dan arah hidup seseorang. Dalam bahasa Inggris pendidikan berarti education. Sedangkan dalam bahasa latin berarti educatum yang berasal dari kata E dan Duco, E berarti perkembangan dari luar dari dalam ataupun perkembangan dari sedikit menuju banyak, sedangkan Duco berarti sedang berkembang. Dari sinilah, pendidikan bisa juga disebut sebagai upaya guna mengembangkan kemampuan diri. Menurut Wikipedia, pendidikan ialah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, serta kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui pengajaran, penelitian serta pelatihan. Sedangkan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang ataupun kelompok dalam upaya mendewasakan manusia melalui sebuah pengajaran maupun pelatihan.
Pendidikan juga bisa dijalani melalui 2 hal yakni pendidikan formal dan non formal.
- Pendidikan formal ialah pendidikan yang bisa didapat dengan mengikuti kegiatan atau program pendidikan yang terstruktur serta terencana oleh badan pemerintahan misalnya melalui sekolah ataupun universitas
- Pendidikan non formal ialah pendidikan yang bisa didapat melalui aktivitas kehidupan sehari-hari yang tak terikat oleh lembaga bentukan pemerintahan, misalnya belajar melalui pengalaman, belajar sendiri melalui buku bacaan serta belajar melalui pengalaman orang lain.
Tujuan Pendidikan
Di dalam UU. No. 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 disebutkan tentang tujuan pendidikan yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis juga bertanggung jawab.
Berikut penjelasan dari tujuan pendidikan nasional tersebut:
Menjadi Manusia yang Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Tujuan pendidikan yang pertama ini menunjukkan bahwa iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa adalah faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Apalagi dalam Pancasila yang merupakan dasar negara, sila pertama juga berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa.
Dalam hal ini, pendidikan nasional harus mengedepankan pendidikan agama. Kualitas pendidikan agama yang akan membuat hubungan manusia dengan Tuhan-Nya dan sesama manusia juga akan membaik. Jika tujuan ini tercapai maka suatu bangsa akan memiliki calon penerus dengan sumber daya manusia yang baik.
Menjadi Manusia yang Berakhlak Mulia
Tujuan pendidikan nasional yang kedua ini berkaitan dengan manusia yang memiliki sifat berbeda-beda. Setiap individu memiliki sifat yang berbeda, dan perbedaan ini berpotensi menimbulkan konflik antar individu.
Oleh karena itu, akhlak mulia adalah salah satu solusi untuk menghindari konflik antar individu. Membentuk manusia yang berakhlak mulia harus diterapkan pada pendidikan pada level terendah hingga tertinggi. Kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi lebih baik dengan adanya akhlak mulia.
Menjadi Manusia yang Cakap
Tujuan pendidikan selanjutnya adalah menjadi manusia yang cakap. Hal ini sangat penting sebagai tolak ukur kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Selama atau setelah mengenyam pendidikan, sorang peserta didik harus memiliki suatu kecakapan tertentu.
Cakap dalam menulis dan membaca merupakan keharusan peserta didik. Kedua kemampuaan tersebut tentunya dapat membuat seseorang memahami dan dapat menyampaikan apa yang dipelajarinya.
Fungsi Pendidikan
Danim (2010, hlm.45) menjelaskan fungsi pendidikan sesungguhnya adalah membangun manusia yang beriman, cerdas, kompetitif, dan bermartabat. Selain itu pendidikan mempunyai fungsi spesifik untuk tujuan dan kebutuhan yang spesifik pula, yaitu :
- Menyiapkan sebagai manusia yang berbudi.
- Menyiapkan tenaga kerja.
- Menyiapkan warga negara yang baik.
Sementara itu, dalam undang-undang no. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas, di kemukakan bahwa fungsi pendidikan adalah: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Manfaat Pendidikan
Manfaat pendidikan menurut Elfachmi (2015, hlm.16) adalah sebagai berikut:
- Mendapatkan ilmu yang akan dibutuhkan untuk masa depan.
- Belajar di luar sekolah bisa menambah wawasan yang lebih luas.
- Melalui ilmu dan wawasan yang lebih luas, kita dapat meraih cita-cita yang kita impikan.
- Menjadikan manusia memiliki budi pekerti yang luhur Sesuai dengan pengertian dan tujuan pendidikan, pendidikan sangatlah bermanfaat bagi kehidupan semuanya agar menjadi manusia yang seutuhnya, karena sejatinya pengertian pendidikan adalah sebagai alat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara.
Jenjang Pendidikan
Jenjang pendidikan menurut Pasal 1 angka 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang di kembangkan. Jenjang pendidikan formal yang terdiri atas:
- Pendidikan dasar; yang merupakan jenjang pendidikan yang menjadi dasar untuk melanjutkan ke pendidikan tingkat menengah dapat berbentuk: Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat, Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.
- Pendidikan menengah; merupakan kelanjutan dari pendidikan dasar yang terdiri dari pendidikan menengah umum dan pedidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menegah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), dan bentuk lainnya yang sederajat.
- Pendidikan tinggi; merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Jenis Pendidikan
Jenis pendidikan menurut Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Jenis pendidikan ini meliputi:
- Pendidikan umum; merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
- Pendidikan kejuruan; merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.
- Pendidikan akademik; merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pasca sarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.
- Pendidikan profesi; merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus.
- Pendidikan vokasi; merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana.
- Pendidikan keagamaan; merupakan pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama.
- Pendidikan khusus; merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar atau menengah.
Masalah Pendidikan di Indonesia
(Ini merupakan video Pendidikan Indonesia Dimata Dunia)
Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya manusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memnuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.
Namun berbeda, ketika melihat ke sisi yang lain, sungguh begitu bertolak belakang, yaitu jika melihat lebih mendalam akan kondidi keseluruhan pendidikan yang ada di berbagai tempat di Indonesia ini, banyak ketidakmerataan dan jauh dari kesan maju (dalam hal pendidikan). Hal tersebut, terlihat dari sekolah yang jauh dari kelayakan, kondisi sekolah, dan sebagainya. Padahal, di dalamnya terdapat banyak pelajar yang begitu bersemangat untuk belajar dan menuntut ilmu, namun karena keterbelakangan akses dan juga berbagai kekurangan lainnya, yang membuat mereka sulit dalam mencapai tujuan dan cita-citanya. Meski menjadi prioritas utama Indonesia, pada praktiknya, pendidikan saat ini banyak menemui masalah. Masalah ini disebabkan beragam faktor. Berikut faktor yang seringkali menjadi masalah utama pelaksanaan pendidikan, antara lain:
(1). Kekurangan Jumlah Guru Yang Terampil. Guru adalah salah satu elemen pendidikan agar proses belajar mengajar berjalan dengan lancar. Prosesnya guru mentransfer ilmu kepada murid, baik itu ilmu pengetahuan, keterampilan, serta mengajarkan pendidikan akhlak kepada murid. Faktanya yang terjadi di lapangan, pendidikan seringkali mendapat masalah kekurangan jumlah guru. Terutama guru-guru terampil atau yang bersertifikasi. Hal itu nyata terjadi di Indonesia. Penyebaran jumlah guru disekolah kadangkala tidak merata, sehingga ada yang kelebihan dan kekurangan tenaga pendidik. Bukan hanya masalah jumlah guru, persoalan lain yang muncul adalah gaji guru yang rendah, kurangnya perhatian pemerintah pada status guru, seperti guru honorer, dan masih banyak masalah lainnya.
(2). Infrastruktur Pendidikan Yang Kurang atau Tidak Memadai. Dibeberapa stasiun televisi yang membawa berita bangunan sekolah yang ambruk di berbagai daerah yang ada di Indonesia akibat cuaca buruk atau ambruk memang kondisi bangunan sudah using dan rusak parah, tapi tidak juga diperbaiki. Itulah masalah lain di dunia pendidikan, termasuk Indonesia.
Padahal ruang kelas, bangunan sekolah, dan perlengkapannya menjadi vital dalam proses belajar mengajar disekolah. Namun sering terjadi kapasitasnya tidak cukup atau sudah ketinggalan zaman. Belum lagi akses pendidikan anak yang jauh dari kata bagus, seperti internet, perlengkapan seperti (komputer, smartpone), jaringan yang mendukung serta berbagai akses lainnya yang dapat mendukung proses belajar anak.
(3). Kurangnya Bahan Pembelajaran Bagi Siswa atau Guru. Hambatan dunia pendidikan lain adalah kurangnya bahan pembelajaran bagi siswa dan guru, seperti buku atau bahan bacaan lain. Ini juga masalah yang cukup serius. Bagaimana siswa dan guru mampu belajar atau menambah ilmu, jika bahannya saja tidak ada. Terutama sekolah yang ada di pelosok yang sulit untuk menerima buku karena hambatan akses perjalanan yang cukup sulit untuk ditempuh. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah. Menyediakan bahan pembelajaran sebanyak mungkin dan mencari solusi untuk akses sekolah yang sulit ditempuh. Bisa dalam bentuk cetak perpustakaan, maupun elektronik atau online. Bahan pembelajaran tersebut sebaiknya dapat dikases secara gratis.
Banyak Anak Tidak Bisa Bersekolah Karena Tidak Memiliki Dana Pendidikan. Hak setiap warga negara adalah memperoleh pendidikan yang layak. Jika di Indonesia minimal wajib belajar 12 tahun, di jenjang SD, SMP, dan SMA. Namun demikian, masih banyak anak di pelosok negeri yang tidak bersekolah atau putus sekolah di tengah jalan lantaran kendala biaya. Masalah ini pun menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Dengan membantu anak-anak yang kurang mampu dengan program beasiswa atau bantuan dana pendidikan dari anggaran pendidikan yang disediakan pemerintah.
Beberapa masalah efisiensi pengajaran di Indonesia adalah mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan dalam proses pendidikan, mutu pengajar dan banyak hal lain yang menyebabkan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia. Yang juga berpengaruh dalam peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik.
Mengenai biaya pendidikan, kita tidak hanya berbicara tentang biaya sekolah, training, kursus atau lembaga pendidikan formal atau informal lain yang dipilih, namun kita juga berbicara tentang property pendukung seperti buku, dan berbicara tentang biaya transportasi yang ditempuh untuk dapat sampai ke lembaga pengajaran yang kita pilih.
Di sisi lain, kasus putus sekolah anak-anak usia sekolah di Indonesia juga masih tinggi. Setiap tahunnya banyak anak yang tidak melanjutkan pendidikan disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor enonomi, anak-anak terpaksa bekerja untuk mendukung ekonomi keluarga, dan pernikahan di usia dini.
Pemerintah masih kurang aktif menyelesaikan masalah pendidikan, sehingga masalah ini menjadi masalah yang cukup besar karena sampai sekarang belum ada penyelesaian masalah pendidikan yang efektif, tanpa adanya peran pemerintah dalam masalah pendidikan di pelosok, maka masalah ini tidak akan selesai jika pemerintah masih pasif dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Tidak dapat dipungkiri dari masalah tersebut bukan hanya persoalan pemerintah, namun terdapat juga masalah kualitas. Mereka yang sekolah belum tentu belajar, karena masih ada anak yang sudah 2-3 tahun sekolah tapi masih belum mampu membaca. Dan terdapat yang sudah lulus sekolah menengah tetapi masih seperti kelakuan anak sekolah dasar. Selain itu, masih banyak anak-anak yang bisa membaca kalimat tapi hanya sekedar membaca saja, tanpa memahami isinya sehingga mereka tidak punya sikap kritis. Banyak pula mahasiswa yang masuk perguruan tinggi favorit tetapi mereka salah jurusan, dan karena mereka merasa tidak sesuai dengan diri mereka akhirnya mereka tidak bisa optimal selama menempuh pendidikan.
Solusi yang dapat dilakukan, terlebih pada sisi pemerintah yakni seharusnya pemerintah lebih peduli terhadap masalah pendidikan yang ada di Indonesia dan menangani dengan serius masalah pendidikan baik yang ada pada pusat kota maupun yang jauh dari pusat kota (pelosok negeri Indonesia), serta pemberian alokasi dana untuk pendidikan pada daerah yang lebih merata karena dengan adanya alokasi dana bisa membuat keadaan pendidikan menjadi lebih baik lagi.
Solusi lainnya dengan mengubah sistem social yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti sistem pendidikan sangat berkaitan dengan dengan sistem ekonomi. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab Negara dalam urusan public, termasuk pendanaan pendidikan. Menyangkut perihal pembiayaan seperti rendahnya sarana fisik, kesejahteraan guru, dan mahalnya biaya pendidikan berarti menuntut juga perubahan sistem ekonomi yang ada. Rendahnya kualitas guru, misalnya disamping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran bukan dengan meningkatkan jam belajar yang berlebihan karena setiap pelajar memiliki kemampuan yang berbeda dan sudah banyak di penuhi pembelajaran diluar sekolah, tetapi harus juga meningkatkan alat-alat, sarana dan prasarana pendidikan.
“Jangan jadikan pendidikan sebagai alat untuk mendapatkan harta, demi memperoleh uang untuk memperkaya dirimu.
Belajarlah, supaya tidak menjadi orang bodoh dan dibodohi oleh orang.”
― Ulilamrir Rahman
Sekian post'an saya kali ini
Terimakasih telah berkunjung semoga dapat memberikan manfaat dari setiap yang saya bagikan,mohon maaf apabila banyak kekeliruan.
Jadilah manusia yang bisa memanusiakan manusia.
Winda Nurani


