Hallo Sahabat online ku👋
Ini adalah Biografi seputar aku hhe.
Namaku Winda Nurani biasa di panggil Winda,saya lahir di Bandung 19 tahun yang lalu. Saya merupakan anak pertama dari tiga sekarang saya tinggal bersama orang tua saya di Pangalengan. Saya merupakan lulusan dari SMK Pasundan 1 Banjaran jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran dan sekarang saya sedang menempuh pendidikan di STKIP INVADA CIREBON jurusan pendidikan Bahasa Inggris menuju semester 3.
Blog ini merupakan salah atau kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai mahasiswi.
Selamat membaca semoga bermanfaat:)
Penulis: Winda Nurani
Pendidikan

Halo sahabat online kembali lagi di blog saya di post'an kali ini,saya akan membahas mengenai pendidikan
Seharusnya tema ini di bahas di awal tapi taapalah.
Selamat membaca:)
Apa sih pengertian pendidikan itu?
Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan sesorang. Pendidikan lah yang menentukan dan menuntun masa depan dan arah hidup seseorang. Dalam bahasa Inggris pendidikan berarti education. Sedangkan dalam bahasa latin berarti educatum yang berasal dari kata E dan Duco, E berarti perkembangan dari luar dari dalam ataupun perkembangan dari sedikit menuju banyak, sedangkan Duco berarti sedang berkembang. Dari sinilah, pendidikan bisa juga disebut sebagai upaya guna mengembangkan kemampuan diri. Menurut Wikipedia, pendidikan ialah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, serta kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui pengajaran, penelitian serta pelatihan. Sedangkan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang ataupun kelompok dalam upaya mendewasakan manusia melalui sebuah pengajaran maupun pelatihan.
Pendidikan juga bisa dijalani melalui 2 hal yakni pendidikan formal dan non formal.
- Pendidikan formal ialah pendidikan yang bisa didapat dengan mengikuti kegiatan atau program pendidikan yang terstruktur serta terencana oleh badan pemerintahan misalnya melalui sekolah ataupun universitas
- Pendidikan non formal ialah pendidikan yang bisa didapat melalui aktivitas kehidupan sehari-hari yang tak terikat oleh lembaga bentukan pemerintahan, misalnya belajar melalui pengalaman, belajar sendiri melalui buku bacaan serta belajar melalui pengalaman orang lain.
Tujuan Pendidikan
Di dalam UU. No. 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 disebutkan tentang tujuan pendidikan yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis juga bertanggung jawab.
Berikut penjelasan dari tujuan pendidikan nasional tersebut:
Menjadi Manusia yang Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Tujuan pendidikan yang pertama ini menunjukkan bahwa iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa adalah faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Apalagi dalam Pancasila yang merupakan dasar negara, sila pertama juga berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa.
Dalam hal ini, pendidikan nasional harus mengedepankan pendidikan agama. Kualitas pendidikan agama yang akan membuat hubungan manusia dengan Tuhan-Nya dan sesama manusia juga akan membaik. Jika tujuan ini tercapai maka suatu bangsa akan memiliki calon penerus dengan sumber daya manusia yang baik.
Menjadi Manusia yang Berakhlak Mulia
Tujuan pendidikan nasional yang kedua ini berkaitan dengan manusia yang memiliki sifat berbeda-beda. Setiap individu memiliki sifat yang berbeda, dan perbedaan ini berpotensi menimbulkan konflik antar individu.
Oleh karena itu, akhlak mulia adalah salah satu solusi untuk menghindari konflik antar individu. Membentuk manusia yang berakhlak mulia harus diterapkan pada pendidikan pada level terendah hingga tertinggi. Kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi lebih baik dengan adanya akhlak mulia.
Menjadi Manusia yang Cakap
Tujuan pendidikan selanjutnya adalah menjadi manusia yang cakap. Hal ini sangat penting sebagai tolak ukur kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Selama atau setelah mengenyam pendidikan, sorang peserta didik harus memiliki suatu kecakapan tertentu.
Cakap dalam menulis dan membaca merupakan keharusan peserta didik. Kedua kemampuaan tersebut tentunya dapat membuat seseorang memahami dan dapat menyampaikan apa yang dipelajarinya.
Fungsi Pendidikan
Danim (2010, hlm.45) menjelaskan fungsi pendidikan sesungguhnya adalah membangun manusia yang beriman, cerdas, kompetitif, dan bermartabat. Selain itu pendidikan mempunyai fungsi spesifik untuk tujuan dan kebutuhan yang spesifik pula, yaitu :
- Menyiapkan sebagai manusia yang berbudi.
- Menyiapkan tenaga kerja.
- Menyiapkan warga negara yang baik.
Sementara itu, dalam undang-undang no. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas, di kemukakan bahwa fungsi pendidikan adalah: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Manfaat Pendidikan
Manfaat pendidikan menurut Elfachmi (2015, hlm.16) adalah sebagai berikut:
- Mendapatkan ilmu yang akan dibutuhkan untuk masa depan.
- Belajar di luar sekolah bisa menambah wawasan yang lebih luas.
- Melalui ilmu dan wawasan yang lebih luas, kita dapat meraih cita-cita yang kita impikan.
- Menjadikan manusia memiliki budi pekerti yang luhur Sesuai dengan pengertian dan tujuan pendidikan, pendidikan sangatlah bermanfaat bagi kehidupan semuanya agar menjadi manusia yang seutuhnya, karena sejatinya pengertian pendidikan adalah sebagai alat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara.
Jenjang Pendidikan
Jenjang pendidikan menurut Pasal 1 angka 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang di kembangkan. Jenjang pendidikan formal yang terdiri atas:
- Pendidikan dasar; yang merupakan jenjang pendidikan yang menjadi dasar untuk melanjutkan ke pendidikan tingkat menengah dapat berbentuk: Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat, Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.
- Pendidikan menengah; merupakan kelanjutan dari pendidikan dasar yang terdiri dari pendidikan menengah umum dan pedidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menegah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), dan bentuk lainnya yang sederajat.
- Pendidikan tinggi; merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Jenis Pendidikan
Jenis pendidikan menurut Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Jenis pendidikan ini meliputi:
- Pendidikan umum; merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
- Pendidikan kejuruan; merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.
- Pendidikan akademik; merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pasca sarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.
- Pendidikan profesi; merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus.
- Pendidikan vokasi; merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana.
- Pendidikan keagamaan; merupakan pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama.
- Pendidikan khusus; merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar atau menengah.
Masalah Pendidikan di Indonesia
(Ini merupakan video Pendidikan Indonesia Dimata Dunia)
Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya manusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memnuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.
Namun berbeda, ketika melihat ke sisi yang lain, sungguh begitu bertolak belakang, yaitu jika melihat lebih mendalam akan kondidi keseluruhan pendidikan yang ada di berbagai tempat di Indonesia ini, banyak ketidakmerataan dan jauh dari kesan maju (dalam hal pendidikan). Hal tersebut, terlihat dari sekolah yang jauh dari kelayakan, kondisi sekolah, dan sebagainya. Padahal, di dalamnya terdapat banyak pelajar yang begitu bersemangat untuk belajar dan menuntut ilmu, namun karena keterbelakangan akses dan juga berbagai kekurangan lainnya, yang membuat mereka sulit dalam mencapai tujuan dan cita-citanya. Meski menjadi prioritas utama Indonesia, pada praktiknya, pendidikan saat ini banyak menemui masalah. Masalah ini disebabkan beragam faktor. Berikut faktor yang seringkali menjadi masalah utama pelaksanaan pendidikan, antara lain:
(1). Kekurangan Jumlah Guru Yang Terampil. Guru adalah salah satu elemen pendidikan agar proses belajar mengajar berjalan dengan lancar. Prosesnya guru mentransfer ilmu kepada murid, baik itu ilmu pengetahuan, keterampilan, serta mengajarkan pendidikan akhlak kepada murid. Faktanya yang terjadi di lapangan, pendidikan seringkali mendapat masalah kekurangan jumlah guru. Terutama guru-guru terampil atau yang bersertifikasi. Hal itu nyata terjadi di Indonesia. Penyebaran jumlah guru disekolah kadangkala tidak merata, sehingga ada yang kelebihan dan kekurangan tenaga pendidik. Bukan hanya masalah jumlah guru, persoalan lain yang muncul adalah gaji guru yang rendah, kurangnya perhatian pemerintah pada status guru, seperti guru honorer, dan masih banyak masalah lainnya.
(2). Infrastruktur Pendidikan Yang Kurang atau Tidak Memadai. Dibeberapa stasiun televisi yang membawa berita bangunan sekolah yang ambruk di berbagai daerah yang ada di Indonesia akibat cuaca buruk atau ambruk memang kondisi bangunan sudah using dan rusak parah, tapi tidak juga diperbaiki. Itulah masalah lain di dunia pendidikan, termasuk Indonesia.
Padahal ruang kelas, bangunan sekolah, dan perlengkapannya menjadi vital dalam proses belajar mengajar disekolah. Namun sering terjadi kapasitasnya tidak cukup atau sudah ketinggalan zaman. Belum lagi akses pendidikan anak yang jauh dari kata bagus, seperti internet, perlengkapan seperti (komputer, smartpone), jaringan yang mendukung serta berbagai akses lainnya yang dapat mendukung proses belajar anak.
(3). Kurangnya Bahan Pembelajaran Bagi Siswa atau Guru. Hambatan dunia pendidikan lain adalah kurangnya bahan pembelajaran bagi siswa dan guru, seperti buku atau bahan bacaan lain. Ini juga masalah yang cukup serius. Bagaimana siswa dan guru mampu belajar atau menambah ilmu, jika bahannya saja tidak ada. Terutama sekolah yang ada di pelosok yang sulit untuk menerima buku karena hambatan akses perjalanan yang cukup sulit untuk ditempuh. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah. Menyediakan bahan pembelajaran sebanyak mungkin dan mencari solusi untuk akses sekolah yang sulit ditempuh. Bisa dalam bentuk cetak perpustakaan, maupun elektronik atau online. Bahan pembelajaran tersebut sebaiknya dapat dikases secara gratis.
Banyak Anak Tidak Bisa Bersekolah Karena Tidak Memiliki Dana Pendidikan. Hak setiap warga negara adalah memperoleh pendidikan yang layak. Jika di Indonesia minimal wajib belajar 12 tahun, di jenjang SD, SMP, dan SMA. Namun demikian, masih banyak anak di pelosok negeri yang tidak bersekolah atau putus sekolah di tengah jalan lantaran kendala biaya. Masalah ini pun menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Dengan membantu anak-anak yang kurang mampu dengan program beasiswa atau bantuan dana pendidikan dari anggaran pendidikan yang disediakan pemerintah.
Beberapa masalah efisiensi pengajaran di Indonesia adalah mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan dalam proses pendidikan, mutu pengajar dan banyak hal lain yang menyebabkan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia. Yang juga berpengaruh dalam peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik.
Mengenai biaya pendidikan, kita tidak hanya berbicara tentang biaya sekolah, training, kursus atau lembaga pendidikan formal atau informal lain yang dipilih, namun kita juga berbicara tentang property pendukung seperti buku, dan berbicara tentang biaya transportasi yang ditempuh untuk dapat sampai ke lembaga pengajaran yang kita pilih.
Di sisi lain, kasus putus sekolah anak-anak usia sekolah di Indonesia juga masih tinggi. Setiap tahunnya banyak anak yang tidak melanjutkan pendidikan disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor enonomi, anak-anak terpaksa bekerja untuk mendukung ekonomi keluarga, dan pernikahan di usia dini.
Pemerintah masih kurang aktif menyelesaikan masalah pendidikan, sehingga masalah ini menjadi masalah yang cukup besar karena sampai sekarang belum ada penyelesaian masalah pendidikan yang efektif, tanpa adanya peran pemerintah dalam masalah pendidikan di pelosok, maka masalah ini tidak akan selesai jika pemerintah masih pasif dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Tidak dapat dipungkiri dari masalah tersebut bukan hanya persoalan pemerintah, namun terdapat juga masalah kualitas. Mereka yang sekolah belum tentu belajar, karena masih ada anak yang sudah 2-3 tahun sekolah tapi masih belum mampu membaca. Dan terdapat yang sudah lulus sekolah menengah tetapi masih seperti kelakuan anak sekolah dasar. Selain itu, masih banyak anak-anak yang bisa membaca kalimat tapi hanya sekedar membaca saja, tanpa memahami isinya sehingga mereka tidak punya sikap kritis. Banyak pula mahasiswa yang masuk perguruan tinggi favorit tetapi mereka salah jurusan, dan karena mereka merasa tidak sesuai dengan diri mereka akhirnya mereka tidak bisa optimal selama menempuh pendidikan.
Solusi yang dapat dilakukan, terlebih pada sisi pemerintah yakni seharusnya pemerintah lebih peduli terhadap masalah pendidikan yang ada di Indonesia dan menangani dengan serius masalah pendidikan baik yang ada pada pusat kota maupun yang jauh dari pusat kota (pelosok negeri Indonesia), serta pemberian alokasi dana untuk pendidikan pada daerah yang lebih merata karena dengan adanya alokasi dana bisa membuat keadaan pendidikan menjadi lebih baik lagi.
Solusi lainnya dengan mengubah sistem social yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti sistem pendidikan sangat berkaitan dengan dengan sistem ekonomi. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab Negara dalam urusan public, termasuk pendanaan pendidikan. Menyangkut perihal pembiayaan seperti rendahnya sarana fisik, kesejahteraan guru, dan mahalnya biaya pendidikan berarti menuntut juga perubahan sistem ekonomi yang ada. Rendahnya kualitas guru, misalnya disamping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran bukan dengan meningkatkan jam belajar yang berlebihan karena setiap pelajar memiliki kemampuan yang berbeda dan sudah banyak di penuhi pembelajaran diluar sekolah, tetapi harus juga meningkatkan alat-alat, sarana dan prasarana pendidikan.
“Jangan jadikan pendidikan sebagai alat untuk mendapatkan harta, demi memperoleh uang untuk memperkaya dirimu.
Belajarlah, supaya tidak menjadi orang bodoh dan dibodohi oleh orang.”
― Ulilamrir Rahman
Sekian post'an saya kali ini
Terimakasih telah berkunjung semoga dapat memberikan manfaat dari setiap yang saya bagikan,mohon maaf apabila banyak kekeliruan.
Jadilah manusia yang bisa memanusiakan manusia.
Winda Nurani
Pendidikan Formal
Apa itu Pendidikan Formal?
Pendidikan merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan secara sistematis dalam mewujudkan suasana belajar-mengajar agar para peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya. Dengan adanya pendidikan maka seseorang dapat memiliki kecerdasan, akhlak mulia, kepribandian, kekuatan spiritual dan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.
Menurut Fud Ihsan (2010) Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengn nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan.
Ciri-Ciri Pendidikan Formal
Ini merupakan video pembahasan mengenai apakah penting pendidikan formal?
Dalam pendidikan formal terdapat jenjang pendidikan yang jelas dan berjenjang, mulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi. Adapun beberapa ciri-cirinya ialah sebagai berikut:
- Memiliki kurikulum yang jelas.
- Materi pembelajaran yang digunakan bersifat akademis.
- Memberlakukan syarat tertentu bagi peserta didik.
- Proses pendidikannya cukup lama.
- Penyelenggaran pendidikan berasal dari pihak pemerintah maupun swasta.
- Tenaga pengajar harus memenuhi klasifikasi tertentu.
- Peserta didik mengikuti ujian formal.
- Adanya pemberlakukan administrasi yang seragam.
Tujuan Dan Fungsi Pendidikan Formal
Secara umum tujuan pendidikan ialah untuk membentuk insan yang memiliki kedewasaan jasmani dan rohani. Adapun beberapa tujuan dan fungsi pendidikan formal ialah sebagai berikut:
Melatih Kemampuan Akademis
Kemampuan akademis ini meliputi kemampuan analisis, menghafal, logika, memecahkan masalah dan lain sebagainya. Seseorang yang memiliki kemampuan akademis yang baik pada umumnya lebih mampu memecahkan masalah dan memiliki kehidupan yang lebih baik.
Melatih Mental, Fisik Dan Disiplin
Tak sedikit orang tua yang gagal memberikan kesan pertama sekolah yang menyenangkan pada anak mereka. Bukan berarti anak tidak menyukai sekolah. Mungkin mereka hanya kurang dipersiapkan untuk menerima pengalaman baru ini. Coba lakukan beberapa tip untuk mempersiapkan mental dan fisik Si Kecil dengan lingkungan sekolah.
Jalur pendidikan ini mengharuskan peserta didik untuk tiba di sekolah pada jam tertentu dan pulang pada jam tertentu. Hal ini secara tidak langsung dapat melatih kedisiplinan peserta didik. Selain itu, proses belajar di sekolah secara terus menerus akan membentuk mental dan fisik para peserta didika menjadi lebih baik.
Melatih Tanggung Jawab
Di sekolah, para peserta didik juga diajarkan tentang tanggung jawab, misalnya tanggung jawab mengerjakan tugas, menjaga kebersihan dan lain sebagainya.
Mengembangkan Diri Dan Kreativitas
Program ekstrakurikuler di sekolah merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan diri dan kreativitas peserta didik. Seorang yang memiliki kemampuan dan kreativitas tertentu tentunya akan membentuk pribadi yang lebih berkualitas.
Membangun Jiwa Sosial
Sekolah juga dapat membantu membangun jiwa sosial seorang peserta didik, interaksi sosial di sekolah juga akan memperluas hubungan sosial seorang siswa.
Membentuk Identitas Diri
Identitas diri merupakan salah satu hal penting yang dibutuhkan oleh individu di dalam kehidupan bermasyarakat, misalnya dalam dunia kerja dan di masyarakat. Umumnya, mereka yang memiliki pendidikan formal lebih berpeluang untuk mendapatkan suatu pekerjaan.
Manfaat dan Fungsi Pendidikan Formal
Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan perguruan tinggi. Pendidikan formal terdiri dari pendidikan formal negeri dan pendidikan formal berstatus swasta.
Adapun tujuan dari diselenggarakannya pendidikan formal adalah sebagai berikut:
- Membantu lingkungan keluarga untuk mendidik dan mengajar, memperbaiki, memperluas pengetahuan, dan tingkah laku peserta didik yang dibawa dari keluarga serta membantu pengembangan bakat.
- Mengembangkan keperibadian peserta didik lewat kurikulum agar :
- Peserta didik dapat bergaul dengan lingkungan sekolahnya.
- Mempersiapkan peserta didik terjun di masyarakat berdasarkan norma yang berlaku.
- Membentuk dasar atau pondasi cara-cara/pola berpikir yang sistematis dan konseptual secara konsisten dan terarah.
- Melatih dan menanamkan sikap mental dan emosional yang matang, dewasa dan mandiri. Sehingga biasanya seorang yang berpendidikan tinggi lebih dapat mengendalikan sikap dan emosinya secara baik.
- Mengajarkan banyak disiplin ilmu dengan berbagai teori-teori dan ilmu pengetahuan yang ada sehingga wawasan dan pengetahuan menjadi banyak dan luas.
- Menanamkan disiplin belajar yang sangat tinggi, sehingga seseorang yang berpendidikan akan lebih terbiasa untuk belajar dan belajar lagi.
Mengenyam pendidikan pada institusi pendidikan formal yang diakui oleh lembaga pendidikan Negara adalah sesuati yang wajib dilakukan di Indonesia. Mulai dari anak rakyat biasa sampai anak bangsawan dan sebagainya harus bersekolah, minimal 9 tahun hingga lulus SMP.
Sebagailembagapendidikanformal, sekolah yang lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari pemerintah untuk masyaraka tmerupakan perangkat yang berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam menjadi warga Negara. Adapun manfaat dan fungsi pendidikan formal sebagai berikut :
Melatih Kemampuan Kemampuan Akademis Anak
Dengan melatih serta mengasah kemampuan menghafal, menganalisa, memecahkan masalah, logika, dan lain sebagainya maka diharapkan seseorang akan memiliki kemampuan akademis yang baik. Orang yang tidak sekolah biasanya tidak memiliki kemampuan akademis yang baik sehingga dapat dibedakan dengan orang yang bersekolah. Kehidupan yang ada di masa depan tidaklah semudah dan seindah saat ini karena dibutuhkan perjuangan dan kerja keras serta banyak ilmu pengetahuan.
Menggembleng dan Memperkuat Mental, Fisik dan Disiplin
Dengan mengharuskan seorang siswa atau mahasiswa datang dan pulang sesuai dengan aturan yang berlaku maka secara tidak langsung dapat meningkatkan kedisiplinan seseorang. Dengan begitu padatnya jadwal sekolah yang memaksa seorang siswa untuk belajar secara terus-menerus akan menguatkan mental dan fisik seseorang menjadi lebih baik.
Memperkenalkan Tanggung Jawab
Tanggung jawab seorang anak adalah belajar dimana orangtua atau wali yang memberi nafkah. Seorang anak yang menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik dengan bersekolah yang rajin akan membuat bangga orang tua, guru, saudara, sanak keluarga, dan lain-lain.
Membangun Jiwa Sosial dan Jaringan Pertemanan
Banyaknya teman yang bersekolah bersama akan memperluas hubungan sosial seorang siswa. Tidak menutup kemungkinan di masa depan akan membentuk jaringan bisnis dengan sesama teman dimana di antara sesamanya sudah saling kenal dan percaya. Dengan memiliki teman maka kebutuhan sosial yang merupakan kebutuhan dasar manusia dapat terpenuhi dengan baik.
Sebagai Identitas Diri
Lulus dari sebuah institusi pendidikan biasanya akan menerima suatu sertifikat atau ijazah khusus yang mengakui bahwa kita adalah orang yang terpelajar, memiliki kualitas yang baik dan dapat diandalkan. Jika disandingkan dengan orang yang tidak berpendidikan dalam suatu lowongan pekerjaan kantor, maka rata-rata yang terpelajarlah yang akam mendapatkan pekerjaan tersebut.
Sarana Mengembangkan Diri dan Berkreativitas
Seorang siswa dapat mengikuti berbagai program ekstrakurikuler sebagai pelengkap kegiatan akademis belajar mengajar agar dapat mengembangkan bakat dan minat dalam diri seseorang. Semakin banyak memiliki keahlian dan daya kreativitas maka akan semakin baik pula kualitas seseorang. Sekolah dan kuliah hanyalah sebagai suatu mediator atau perangkat pengembangan diri. Yang mengubah diri seseorang adalah hanyalah orang itu sendiri.
“Pendidikan adalah kemampuan untuk mendengarkan segala sesuatu tanpa membuatmu kehilangan temperamen atau rasa percaya-dirimu”. – Robert Frost
Sekian pembahasan yang saya sampaikan mengenai pendidikan di postan kali ini mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekeliruan. see you in the next blog. Winda Nurani
Grammar (Simple Present Tense)
Simple Present Tense
There are many uses of the Simple Present Tense, but here I will only discuss definitions, formulas, examples of sentences and the kinds of Simple Present Tense.
1. Definition
Simple present tense is tenses that are used when an event is currently taking place or an event that takes place repeatedly (habits).
2. Formula
To form this tense sentence, the basic form of the verb or Verb is usually used. Except for the third person pronoun, use Verb 1 + s/es. As shown in the table below.
The form of the verb spelling in the third person (She, He, It), depends on the ending of the verb (verb).
Untuk kata kerja yang berakhiran -O, -CH, -SH, -X, atau -Z, tambahkan -ES.
- go – goes
- catch – catches
- wash – washes
- kiss – kisses
- box – boxes
- fix – fixes
Untuk kata kerja (Verb) yang berakhiran konsonan + Y, hilangkan Y, dan tambahkan -IES.
- carry – carries
- study – studies
- worry – worries
- marry – marries
Sedangkan, untuk kata kerja yang berakhiran vokal + Y, cukup tambahkan -S.
- play – plays
- say – says
- enjoy – enjoys
3. Example
Untuk menunjukkan kejadian berulang yang berlangsung saat ini.
- I take the motorcycle to the office
- The train to Bekasi leaves every hour.
- George sleeps seven hours every night during the week.
Untuk menunjukkan suatu fakta.
- The President of Indonesia is Joko Widodo.
- A snake has no legs.
- Indonesia has thirty-four provinces, from Sabang to Merauke.
Untuk menunjukkan suatu kebiasaan (habit).
- Doni gets up early at 5 o’clock every day.
- John takes a bath twice a day.
- Every year on Lebaran, most people travel to their hometown.
Kinds of Simple Present Tense Sentences
Simple Present Tense Affirmative
Formula:
S + Verb (1) / Verb dasar / to be (is, am, are) + O
Example simple present tense affirmative :
- Susi Pudjiastuti is the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries.
- She reads Harry Potter books every day.
- They watch new movies every Sunday.
Simple Present Tense Negative
Untuk membentuk kalimat simple present tense negative, biasanya menggunakan tambahan don’t atau doesn’t sebelum kata kerja, kecuali To Be dan Modal, rumusnya adalah
S + Don’t / Doesn’t + Verb (1) + O
Jika kata kerja / verb nya berupa To Be, maka rumusnya menjadi
S + (is, am, are) + not + O
Example simple present tense negative:
- Susi Pudjiastuti is not the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries.
- She doesn’t read Harry Potter books every day.
- They don’t watch new movies every Sunday.
Perhatikan, untuk subjek bentuk ketiga (she, he it), setelah kata don’t atau doesn’t, bentuk verb tidak ditambahkan s/es.
Simple Present Tense Interrogative
Untuk membentuk kalimat interogative / kalimat pertanyaaan, biasanya menggunakan tambahan do atau does di depan kalimat. Rumusnya adalah sebagai berikut
Do / Does + S + Verb 1 + O
Kata do digunakan jika subjeknya adalah I, you, they, atau we. Namun, kata does digunakan jika subjeknya adalah bentuk orang ketiga (She, He, It).
Example simple present tense inttergative:
- Does she read a Harry Potter book?
- Do they watch a new movie every day?
- Do you play basketball every morning?
Apabila kata kerja (verb) berupa To Be atau Modal, maka jangan menggunakan kata do atau does.
Example :
- Is Susi Pudjiastuti the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries?
- Are you new staff of Wall Street English?
- Are they football fans of Persija Jakarta?
Baca Juga: Rumus Bahasa Inggris: 16 Tenses yang Perlu Kamu Pelajari
“If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough.” –Albert Einstein
👋
Thanks For your Reading, semoga bermanfaat:)
See you in the next blog👋
Winda Nurani
Public Speaking

Hallo Sahabat Online👋
Di post kali ini saya mau membahas sedikit mengenai Public Speaking
Yuuu Selamat membaca:)
Defini Public Speaking
Public speaking adalah proses komunikasi yang dilakukan di hadapan khalayak ramai atau sekelompok orang.
Pada umumnya, public speaking bertujuan untuk memberikan informasi, mempengaruhi, atau menghibur orang banyak.
Untuk memahami dasar-dasar public speaking, silakan simak video berikut ini:
Public speaking sama sekali tidak menggunakan bahasa formal. Apalagi jika kegiatan public speaking tersebut dilakukan di depan sekelompok orang-orang muda. Orang muda biasanya tidak terlalu nyaman jika diajak bicara dalam bahasa formal.
Yang paling penting dalam public speaking adalah bicara sesuai dengan khalayak yang dituju, atau target audience. Maka, yang penting untuk dilakukan ketika akan melakukan kegiatan public speaking adalah mengenali calon khalayak yang akan menjadi audiens yang bersangkutan.
Pentingnya Memahami Definisi dan Pengertian Public Speaking
Saat ini, public speaking sudah menjadi kemampuan yang harus dimiliki. Hampir semua profesi membutuhkan kemampuan public speaking, karena saat ini setiap hal harus dipresentasikan. Menyampaikan presentasi jelas membutuhkan keterampilan public speaking.
Tapi sayangnya, masih ada orang yang kurang memahami pentingnya menguasai public speaking. Padahal, keterampilan public speaking ini sangat diperlukan, termasuk di lingkup kecil, seperti di kantor atau organisasi.
Saat bekerja di kantor, tak jarang seseorang harus mempresentasikan hasil kerjanya kepada atasan atau rekan-rekan kerjanya. Walaupun mungkin hanya beberapa orang, tapi atasan dan rekan-rekan kerja itu adalah khalayak yang menjadi target audience.
Jadi, selain latar belakang ilmu dan keterampilan yang kita miliki dari bangku sekolah, sangat disarankan untuk juga mengasah kemampuan public speaking, sebelum terjun ke dunia professional.
Ada dua manfaat terpenting dari public speaking. Yang pertama adalah membantu meningkatkan rasa percaya diri. Sedangkan yang kedua adalah meningkatkan keterampilan riset.
Lho, tadi katanya public speaking membutuhkan rasa percaya diri. Kenapa sekarang dikatakan bahwa public speaking dapat meningkatkan rasa percaya diri?
Memang, saat menyampaikan materi saat melakukan public speaking, kita harus memiliki rasa percaya diri yang memadai. Jika tidak, maka kita tidak akan mampu melakukannya dengan baik.
Namun, ketika kita sudah sering melakukan public speaking, apalagi tujuannya berhasil, maka rasa percaya diri kita akan bertambah. Kita akan semakin mampu untuk melakukan public speaking dengan lebih baik lagi.
Lalu bagaimana dengan meningkatkan keterampilan riset?
Coba bayangkan, Anda bekerja sebagai seorang account executive di sebuah perusahaan. Anda tentu harus mempresentasikan produk-produk perusahaan tempat Anda bekerja kepada para calon klien.
Agar dapat menyampaikan presentasi dengan baik, tentu Anda akan melakukan riset. Bagaimana cara penyampaian presentasi yang tepat untuk setiap calon klien, gaya berbicara atau bahasa seperti apa yang pas untuk mereka, serta riset mengenai produk yang hendak dipresentasikan itu sendiri.
Semakin sering Anda melakukan riset, maka Anda akan semakin terampil, bukan?
Salah satu definisi dan pengertian public speaking adalah proses berkomunikasi yang berkelanjutan. Hal ini diungkapkan oleh David Zarefsky.
Ketika sekali Anda berhasil melakukan presentasi dengan baik dan tujuan Anda tercapai, misalnya ada beberapa calon klien yang tertarik dengan produk perusahaan Anda, maka akan semakin sering Anda berkomunikasi dengan mereka. Inilah salah satu contoh dari definisi dan pengertian public speaking yang menyatakan bahwa public speaking adalah proses komunikasi yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, kemampuan public speaking harus terus diasah. Walaupun saat ini ada di antara Anda yang mungkin merasa belum pede untuk melakukannya, tidak perlu khawatir. Keterampilan public speaking bisa dipelajari dan dilatih.
Oke segitu aja yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat
see you in the next post
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Hallo Semuanya👋
Welcome back to the blog. Kali ini aku mau membahas mengenai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Selamat Membaca Semoga Bermanfaat👍
Apa itu Pendidikan Anak Usia Dini?
Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan jenjang pendidikan yang ditempuh anak sebelum ia masuk ke sekolah dasar (SD). Pendidikan anak usia dini adalah suatu pembinaan yang diperuntukkan bagi anak 0-6 tahun, di mana usia ini menjadi usia emas pembentukan kepribadian dan karakter anak.
Mengapa PAUD Penting bagi perkembangan Anak?
Menurut Prof. Dr. Lydia Freyani, selaku Dewan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, kegiatan di PAUD dapat memberi rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak usia pra-sekolah. Seluruh aktivitasnya dilakukan melalui pendekatan bermain sambil belajar.
Selain memberikan kesempatan pada anak untuk mengenal sekolah, kegiatan-kegiatan di PAUD juga menanamkan kejujuran, kedisiplinan, dan berbagai hal positif lain. Anak yang sebelumnya mendapatkan pendidikan di PAUD seringkali memiliki kemampuan untuk komunikasi lebih baik saat sekolah. Hal ini dikarenakan ia sudah terbiasa untuk bermain, belajar, hingga makan bersama dengan teman yang memiliki usia sebaya.
Dikutip dari National Association for the Education of Young Children (NAEYC), menyarankan untuk memperhatikan ciri PAUD yang baik, sebagai berikut :
- Anak-anak menghabiskan hampir seluruh waktu mereka untuk bermain, baik membuat sesuatu ataupun bermain dengan temannya
- Anak diberikan berbagai aktivitas sepanjang hari, untuk itu meminta jadwal kegiatan kelas sehari-hari juga penting sehingga orang tua dapat menilai apakah kegiatan di kelas membosankan atau tidak untuk anak.
- Lihat hiasan di dalam kelas, sebab idealnya karya anak-anaklah yang dipajang untuk menghias kelas, sehingga anak pun merasa bangga dan bersemangat.
- Kurikulum dapat diadaptasi untuk anak yang lebih cepat belajar, dan juga untuk anak yang membutuhkan bantuan lebih untuk belajar. Sehingga para guru harus tahu bahwa latar belakang, pengalaman, dan kemampuan setiap anak berbeda, sebab setiap anak punya cara belajar yang berbeda satu dengan lainnya.
- Sarana dan prasarana juga menjadi hal yang tidak kalah pentingnya, sebab itu nantinya akan menjadi penunjang pendidikan anak di PAUD tersebut.
Cara Mengajar Anak PAUD yang Menyenangkan
(Cara Kreatif Memulai Pelajaran di Kelas)
Saat ini, pendidikan formal tidak lagi dimulai dari TK, namun setelah memasuki usia 2 tahun, anak-anak belajar di lembaga Paud yang tentu saja membutuhkan metode mengajar tersendiri yang efektif dan efisien. Cara mengajarkan anak Paud tentu berbeda dengan saat Anda mengajar di SD, SMP apalagi SMA. Perlu penanganan dan pendekatan khusus, karena anak-anak Paud memiliki karakter yang aktif dan unik. Berikut cara mengajarkan anak paud yang menyenangkan dan tidak membosankan sebagai referensi mengajar anak Paud yang efektif dan efisien.
1. Melalui permainan
Memberikan pemahaman dengan cara lisan kepada anak Paud yang baru saja menginjak usia 2-3 tahun bukanlah hal yang mudah. Alih-alih bisa fokus, anak-anak Paud sibuk berjalan dan berlari kesana kemari dan sibuk dengan dunianya sendiri. Untuk itu, cara yang tepat memberikan pemahaman adalah melalui permainan yang cocok dengan anak-anak seusia mereka. Ada banyak referensi permainan yang menyenangkan yang cocok untuk Anda mainkan bersama mereka.
Permainan anak Paud bukanlah semata permainan yang tidak mengandung nilai edukasi yang tinggi. Dalam permainan tersebut terbersit nilai-nilai edukasi yang kental yang diterima dan dipahami anak-anak dengan mudah dan dengan metode yang menyenangkan. Cara ini mempercepat nilai edukasi yang ada dalam permainan tersebut sampai pada memori anak dengan tanpa paksaan sama sekali.
2. Menyatu dengan alam
Berinteraksi dengan alam adalah hal yang menyenangkan selain bermain. Di alam yang lepas dan bebas anak-anak bisa belajar secara langsung mengenai apa yang ada di alam, mulai dari tanaman, hewan dan bagaimana cara berinteraksi dengan mereka.
Anak-anak merasa mendapatkan pengalaman yang baru yang menyenangkan karena kelas mereka menjadi lebih luas dan lebih santai. Apa yang terjadi di alam, bisa mereka pelajari secara langsung sehingga anak-anak pun tidak bosan.
Metode pembelajaran ini masuk dalam kategori belajar di luar kelas yang pastinya memberikan suasana baru bagi anak-anak agar mereka tidak bosan dengan situasi kelas yang monoton. Belajar di luar kelas memberikan hawa segar bagi anak-anak agar lebih aktif dan menemukan rasa percaya diri pada dirinya.
3. Dengan metode menyanyi
Metode menyanyi adalah salah satu metode yang efektif untuk mengajar anak-anak Paud. Memasukkan materi dalam nyanyian disertai dengan gerakan yang sesuai dan khas anak-anak membuat si kecil lebih mudah mengingat materi apa yang disampaikan. Bahkan nyanyian tersebut sering kali menjadi lagu andalan saat bermain bersama temannya, atau saat sedang di rumah bersama ibundanya. Metode menyanyi adalah metode yang banyak digunakan oleh guru Paud saat ini dengan gerakan yang sesuai yang membuat anak-anak lebih happy, baik itu untuk belajar warna, rukun iman, rukun Islam dan masih banyak yang lainnya.
Metode bernyanyi adalah metode yang cukup banyak dikembangkan di Paud dan TK. Nilai edukasi yang ada di dalamnya semakin mudah diserap dan lebih mudah dipahami serta mudah diingat.
4. Belajar dalam kelompok
Belajar sendiri tentu berbeda rasanya dengan saat anak-anak belajar kelompok. Belajar sendiri anak-anak pastinya lebih mudah bosan dibandingkan dengan saat belajar bersama teman-temannya. Ada anak yang saat belajar sendiri mereka akan merasa bosan, dan tidak bersemangat. Namun, saat mereka belajar secara kelompok akan berbeda lagi nuansanya. Gairah belajarnya tumbuh dan anak-anak merasa tidak sedang sendiri. Sering kali, saat belajar kelompok anak-anak lebih terpicu untuk berkompetisi dengan temannya yang lain sehingga menjadi lebih maju.
Ciptakan momen belajar kelompok yang nyaman bagi anak, sebagai cara untuk bekerja sama dalam tim dan menjaga kekompakan sesama temannya. Ini adalah wadah awal bagi anak untuk terlibat dalam diskusi bersama teman-temannya sehingga anak terbiasa bertukar ide.
5. Menggunakan alat peraga
Saat melihat guru menjelaskan dalam waktu yang sangat lama, pastinya si murid akan bosan dan tidak bisa fokus. Namun, saat Anda membawa alat peraga yang secara tampilan di anggap baru, dan menarik, maka akan sedikit berbeda nuansanya. Anak-anak akan fokus pada media tersebut, rasa ingin taunya muncul dan proses pembelajaran di sekolah bagi mereka tidak lagi menjadi proses yang membosankan.
6. Di ulang-ulang
Perlu bagi Anda untuk mengulang-ulang pelajaran dan tidak membuat target pencapaian yang tidak terlalu cepat dan banyak. Ulang materi terdahulu yang menyenangkan itu dengan tujuan agar anak-anak semakin hafal, merasa bisa, dan tidak terbebani. Drill materi ini membantu menguatkan memori anak-anak tentang materi tersebut. Dengan begitu, anak-anak akan lebih paham materinya dan tidak tertekan dengan materi-materi baru yang secara kuantitas sangat banyak dan mungkin saja berat bagi anak-anak seusianya.
7. Memberikan contoh langsung
Dengan sistem pengajaran verbal dan hanya mendapatkan instruksi lisan, tentu anak-anak usia Paud akan kesulitan untuk mendapatkan gambaran apa yang sebenarnya di inginkan. Lain lagi saat Anda selaku tenaga pendidik memberikan pengarahan dengan cara memberi contoh langsung. Sistem audio visual yang mereka miliki akan memproses pengamatan tersebut dan mereka akan mengetahui apa yang mereka harus kerjakan dan bagaimana caranya. Proses pembetulan bisa dilakukan langsung saat anak sedang mempraktikkan apa yang Anda ajarkan.
8. Bermain warna
Bisa dikata, dunia anak adalah dunia yang penuh dengan warna dan gambar. Setiap kali materinya adalah menggambar atau mewarna, anak-anak akan merasa happy dan ceria. Cobalah untuk memasukkan materi ini dalam materi anak Paud yang tentunya menyenangkan sekali bagi mereka. Mewarna, menggambar, menempel kolase adalah aktivitas yang ringan namun meningkatkan sisi kreatif anak-anak.
Anda bisa menyiapkan sketsa gambar lalu kemudian meminta anak untuk mewarnainya. Kegiatan mewarna ini menjadi aktivitas yang efektif me-refresh kognitif anak-anak yang mungkin saja terbebani dengan kegiatan membaca dan menulis abjad yang bagi mereka cukup susah.
9. Memberikan hadiah
Hadiah adalah pemicu bagi anak-anak untuk berkompetisi dan menjadi yang terbaik karena itu adalah dunianya. Sesekali siapkan hadiah untuk si kecil meski tidak setiap hari ada. Hadiah tidak selalu besar nilainya, hadiah tersebut bisa berupa permen, uang saku dua ribuan, dan sebagainya. Sejauh pengalaman saya mengajar, hadiah biasanya lebih di ingat, dan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak. Anak-anak akan menceritakan kepada ibunya, atau keluarganya di rumah sebagai bentuk kebanggaan pada dirinya yang mampu menjawab pertanyaan gurunya saat di sekolah dan mendapatkan hadiah.
10. Mengikuti suasana hati si kecil
Suasana hati anak-anak dan dunia anak-anak tentu saja berbeda dengan dunia kita selaku orang tua. Cara belajar dengan mereka pun harus menyesuaikan dengan suasana hati si kecil. Saat tampak raut wajah mereka boring, ngambek, dan marah-marah, alihkan perhatiannya sejenak dengan bermain atau menghibur hatinya sebelum melanjutkan ke materi selanjutnya. Suasana hati anak perlu di timang agar anak tidak merasa lelah dan tertekan. Hindari sebisa mungkin kata-kata kasar dan pengekangan karena ini akan menimbulkan sikap memberontak pada anak dan ketidak nyamanan padanya.
11. Memberikan waktu jeda istirahat
Terus-menerus belajar dalam ruangan meskipun sekedar mewarna tentu anak-anak membutuhkan waktu untuk istirahat meski hanya sebentar. Anak-anak tidak selamanya nyaman berada di bawah instruksi gurunya dan mereka ingin memiliki kebebasan di luar jadwal sekolahnya dan free berinteraksi dengan temannya sesuai keinginan mereka.
Beri waktu jeda diantara serangkaian materi yang disampaikan pada hari itu agar anak merasa lebih bebas dan berkesempatan untuk berinteraksi dengan teman-temannya sehingga muncullah friendship yang kuat dengan teman di sekelilingnya.
12. Menanyakan pendapat anak
Sesekali libatkan anak dalam materi yang Anda ajarkan. Melibatkan anak bisa dalam bentuk memberikan pertanyaan atau soal dan menanyakan tentang pendapat mereka. Anda bisa memotivasi anak untuk menjawab dengan cara memberikan hadiah. Ini akan membantu anak untuk lebih percaya diri, dan terpacu jiwa kompetisinya. Selain itu, anak-anak akan merasa dilibatkan dan merasa bahwa Anda sebagai guru tidak mendominasi namun lebih menganggapnya sebagai kawan berbagi.
13. Rekreasi
Belajar di alam salah satunya bisa ditempuh dengan rekreasi. Ya, rekreasi cocok sekali menjadi agenda akhir semester yang menyenangkan. Bertandang ke wisata edukatif adalah hal yang menyenangkan sebab anak-anak belajar langsung dari alam dalam kondisi hati yang fun dan tidak berada dalam kelas yang monoton.
Agendakan rekreasi secara rutin dengan tujuan obyek wisata edukatif yang cocok dengan kebutuhan anak saat ini. Anda bisa siapkan acara selama berada di tempat rekreasi yang meningkatkan kekompakan seperti dengan mengadakan permainan yang diikuti semua anak.
14. Menjelaskan materi melalui cerita atau dongeng
Cara mengajarkan anak paud yang menyenangkan salah satunya adalah dengan melalui dongeng. Bercerita mengenai dongeng fabel misalnya, membantu anak mengimajinasikan bagaimana cerita dalam fabel tersebut. Dunia fabel adalah dunia yang dekat dengan anak-anak. Selanjutnya Anda bisa bertanya bagaimana respons anak tentang cerita tersebut, apa amanat yang ada di dalam cerita, dan sebagainya. Metode ini membuat anak lebih mudah mendapatkan gambaran dan sekaligus menangkap bagaimana menjawab pertanyaan dari ibu guru dengan benar.
15. Memasuki dunia si kecil
Agar proses pembelajaran berhasil, belajar dengan siswa paud sebaiknya menimang hatinya terlebih dahulu. Penting bagi Anda untuk masuk dalam dunianya dan enjoy dengan mereka sehingga mereka menganggap Anda sebagai temannya. Namun, tetap ada waktu dimana instruksi Anda semestinya di dengar dengan baik oleh mereka sehingga proses pembelajaran berjalan lancar.
“Pendidikan adalah paspor ke masa depan, karena besok milik mereka yang mempersiapkannya hari ini.” Malcolm X
Terimakasih telah berkunjung:)
Blog ini merupakan salah satu tugas (UAS) matkul pendidikan komputer berbasis CMS.
Winda Nurani:)
See you in the next blog👋
Kali ini kita akan membahas mengenai Pendidikan Karakter

Apa yang dimaksud dengan pendidikan karakter? Pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan memberdayakan potensi peserta didik guna membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya.
Pendidikan karakter (character education) sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus-menerus guna penyempurnaan diri kearah hidup yang lebih baik.
Fungsi Pendidikan Karakter

Secara umum fungsi pendidikan ini adalah untuk membentuk karakter seorang peserta didik sehingga menjadi pribadi yang bermoral, berakhlak mulia, bertoleran, tangguh, dan berperilaku baik.
Adapun beberapa fungsi pendidikan karakter adalah sebagai berikut;
1. Untuk mengembangkan potensi dasar dalam diri manusia sehingga menjadi individu yang berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik.
2. Untuk membangun dan memperkuat perilaku masyarakat yang multikultur.
3. Untuk membangun dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam hubungan internasional.
Character education seharusnya dilakukan sejak dini, yaitu sejak masa kanak-kanak. Pendidikan ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan, serta memanfaatkan berbagai media belajar.
Tujuan Pendidikan Karakter

Pada dasarnya tujuan utama pendidikan karakter adalah untuk membangun bangsa yang tangguh, dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka di dalam diri peserta didik harus ditanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yang bersumber dari Agama, Pancasila, dan Budaya. Berikut adalah nilai-nilai pembentuk karakter tersebut:
1. Kejujuran
2. Sikap toleransi
3. Disiplin
4. Kerja keras
5. Kreatif
6. Kemandirian
7. Sikap demokratis
8. Rasa ingin tahu
9. Semangat kebangsaan
10. Cinta tanah air
11. Menghargai prestasi
12. Sikap bersahabat
13. Cinta damai
14. Gemar membaca
15. Perduli terhadap lingkungan
16. Perduli sosial
17. Rasa tanggungjawab
18. Religius
Pentingnya Pendidikan Karakter
Seperti kita ketahui bahwa proses globalisasi secara terus-menerus akan berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia. Kurangnya pendidikan karakter akan menimbulkan krisis moral yang berakibat pada perilaku negatif di masyarakat, misalnya pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obat terlarang, pencurian, kekerasan terhadap anak, dan lain sebagainya.

Menurut Thomas Lickona, setidaknya ada tujuh alasan mengapa character education harus diberikan kepada warga negara sejak dini, yaitu;
1. Ini merupakan cara paling baik untuk memastikan para murid memiliki kepribadian dan karakter yang baik dalam hidupnya.
2. Pendidikan ini dapat membantu meningkatkan prestasi akademik anak didik.
3. Sebagian anak tidak bisa membentuk karakter yang kuat untuk dirinya di tempat lain.
4. Dapat membentuk individu yang menghargai dan menghormati orang lain dan dapat hidup di dalam masyarakat yang majemuk.
5. Sebagai upaya mengatasi akar masalah moral-sosial, seperti ketidakjujuran, ketidaksopanan, kekerasan, etos kerja rendah, dan lain-lain.
6. Merupakan cara terbaik untuk membentuk perilaku individu sebelum masuk ke dunia kerja/ usaha.
7. Sebagai cara untuk mengajarkan nilai-nilai budaya yang merupakan bagian dari kerja suatu peradaban.
Dengan begitu, maka para guru, dosen, dan orang tua, sudah seharusnya senantiasa menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada anak didiknya.
Qouete:
Karakter adalah sesuatu yang lebih berarti dari peradaban manusia dari pada kebijaksanaan.
Terimakasih! Sekian yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat:)











